Wednesday, January 6, 2010

Hat Trick Di Piala Dunia

Daftar pemain yang mencetak hat trick (pemain yang mencetak 3 gol dalam 1 pertandingan) sepanjang sejarah Piala Dunia: • 2006: - • 2002: Pauleta (Portugal v Polandia), Miroslav Klose (Jerman v Arab Saudi) • 1998: Gabriel Batistuta (Argentina v Jamaika) • 1994: Oleg Salenko (Rusia v Kamerun), Batistuta (Argentina v Yunani) • 1990: Tomas Skuhravy (Cekoslowakia v Kosta Rika), Michel (Spanyol v Korea Selatan) • 1986: Emilio Butragueno (Spanyol v Denmark), Igor Belanov (Rusia v Belgia), Preben Elkjar-Arsen (Denmark v Uruguay), Gary Lineker (Inggris v Polandia) • 1982: Paolo Rossi (Italia v Brasil), Karl-Heinz Rummenigge (Jerman v Chili), LaszloKiss(Hongaria v El Salvador), Zbigniew Boniek (Polandia v Belgia) • 1978: Rob Rensenbrink (Belanda v Iran), Teofilo Cubillas (Peru v Iran) • 1974: Andrzej Szarmach (Polandia v Haiti), Dusan Bajevic (Yugoslavia v Zaire) • 1970: Gerd Muller (Jerman v Bulgaria, Jerman v Peru) • 1966: Geoff Hurst (Inggris v Jerman), Eusebio (Portugal v Korea Utara) • 1962: Florian Albert (Hongaria v Bulgaria) • 1958: Pele (Brasil v Perancis), Just Fontaine (Perancis v Paraguay, Perancis v Jerman) • 1954: Sandor Kocsis (Hongaria v Korea Utara, Hongaria v Jerman), Carlos Borges (Uruguay v Skotlandia), Sargun Burham (Turki v Korsel), Sepp Huegi (Swiss v Austria), Erich Probst (Austria v Cekoslowakia), Theodor Wagner (Austria v Swiss), Max Morlock (Jerman v Turki) • 1950: Ademir (Brasil v Swedia), Oscar Miguez (Uruguay v Bolivia) • 1938: Ernest Wilimowski (Polandia v Brasil), Gyula Zsengeller (Hongaria v Swedia), Tore Keller (Swedia v Kuba), Gustav Wetterstrom (Swedia v Kuba), LeĆ“nidas da Silva (Brasil v Polandia) • 1934: Angelo Schiavio (Italia v Amerika Serikat), Edmund Conen (Jerman v Belgia) • 1930: Pedro Cea (Uruguay v Yugoslavia), Guillermo Stabile (Argentina v Meksiko)

Racun Pada Rokok

Rokok mengandung kurang lebih 4000 elemen-elemen, dan setidaknya 200 diantaranya dinyatakan berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.

  • Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru.
  • Nikotin adalah zat adiktif yang mempengaruhi syaraf dan peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu kanker paru-paru yang mematikan.
  • Karbon monoksida adalah zat yang mengikat hemoglobin dalam darah, membuat darah tidak mampu mengikat oksigen.

Efek Racun

Efek racun pada rokok ini membuat pengisap asap rokok mengalami resiko (dibanding yang tidak mengisap asap rokok):

  • 14x menderita kanker paru-paru, mulut, dan tenggorokan
  • 4x menderita kanker esophagus
  • 2x kanker kandung kemih
  • 2x serangan jantung

Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung, serta tekanan darah tinggi.

Batas Aman

Menggunakan rokok dengan kadar nikotin rendah tidak akan membantu, karena untuk mengikuti kebutuhan akan zat adiktif itu, perokok cenderung menyedot asap rokok secara lebih keras, lebih dalam, dan lebih lama.

TIDAK ADA BATAS AMAN BAGI ORANG YANG TERPAPAR ASAP ROKOK. (data di atas diambil dari http://rokok.komunikasi.org/artikel/index.php )

Jadi bagi mahasiswa yang perokok berat, tak ada kata telat untuk SEHAT...